Minggu, 02 Agustus 2026

Kapan Menggunakan Journal Entries di Odoo

 

Kapan Menggunakan Journal Entries di Odoo 19 ? Panduan Praktis untuk Transaksi Akuntansi

Dalam penggunaan Odoo 19, hampir seluruh transaksi keuangan pada akhirnya akan menghasilkan journal entry di dalam sistem.

Namun, bukan berarti setiap transaksi harus dicatat langsung melalui menu Journal Entries.

Justru, salah satu prinsip penting dalam penggunaan Odoo,
Gunakan menu transaksi sesuai dengan jenis dan sumber transaksi. Gunakan Journal Entries untuk transaksi akuntansi yang memang membutuhkan pencatatan jurnal secara manual atau penyesuaian tertentu.

Kesalahan memilih menu transaksi dapat menyebabkan proses rekonsiliasi menjadi lebih sulit, status invoice tidak berubah otomatis menjadi Paid, serta laporan seperti Aging Piutang, Aging Hutang, dan Cash Flow menjadi kurang optimal.



Apa Itu Journal Entries di Odoo 19?

Journal Entries adalah fitur yang digunakan untuk mencatat transaksi akuntansi secara langsung berdasarkan prinsip debit dan kredit.

Contohnya:

Dr Beban Listrik        Rp1.000.000
   Cr Hutang/Bank       Rp1.000.000

Journal Entries cocok digunakan ketika transaksi tersebut tidak berasal dari alur operasional standar seperti Sales, Purchase, Customer Payment, atau Vendor Payment.

Dengan kata lain, Journal Entries lebih banyak digunakan untuk kebutuhan adjustment, closing, dan transaksi akuntansi khusus.

Jangan Semua Transaksi Dicatat Lewat Journal Entries

Ini adalah hal yang paling penting.

Misalnya perusahaan menerima pembayaran dari customer.

Secara akuntansi:

Dr Bank
   Cr Piutang

Memang kita bisa membuat jurnal tersebut secara manual.

Tetapi apabila transaksi tersebut merupakan pembayaran invoice customer, sebaiknya jangan membuat Journal Entry manual.

Gunakan: Customer Payment

Karena Odoo akan menghubungkan pembayaran tersebut dengan invoice dan membantu proses rekonsiliasi.

Alurnya menjadi:

Customer Invoice → Customer Payment → Bank Reconciliation → Invoice Paid

Begitu juga ketika perusahaan membayar vendor.

Sebaiknya gunakan: Vendor Payment

bukan membuat jurnal manual:

Dr Hutang
   Cr Bank

Dengan menggunakan Vendor Payment, pembayaran dapat dikaitkan dengan Vendor Bill sehingga proses rekonsiliasi dan status pembayaran dapat berjalan dengan lebih baik.

Lalu, Kapan Harus Menggunakan Journal Entries?

Ada beberapa kondisi di mana penggunaan Journal Entries memang lebih tepat.

1. Penyusutan Aset

Salah satu penggunaan Journal Entries yang umum adalah untuk mencatat penyusutan aset tetap.

Contohnya perusahaan memiliki kendaraan yang disusutkan setiap bulan.

Jurnalnya:

Dr Beban Penyusutan Kendaraan
   Cr Akumulasi Penyusutan Kendaraan

Transaksi seperti ini bukan merupakan Customer Payment ataupun Vendor Payment.

Karena itu, pencatatannya termasuk dalam transaksi akuntansi/adjustment.

Di Odoo, apabila modul Asset digunakan dan dikonfigurasi dengan benar, jurnal penyusutan bahkan dapat dibuat secara otomatis.

Jadi prinsipnya:

Gunakan Journal Entries sebagai hasil atau sarana adjustment akuntansi, bukan sebagai pengganti transaksi operasional yang sudah memiliki menu khusus.

2. Amortisasi Biaya Dibayar Dimuka

Contoh lainnya adalah biaya asuransi yang dibayar untuk periode satu tahun.

Misalnya perusahaan membayar:

Rp12.000.000 untuk asuransi selama 12 bulan.

Pada saat pembayaran, biaya tersebut mungkin dicatat sebagai:

Dr Biaya Dibayar Dimuka
   Cr Bank

Kemudian setiap bulan dilakukan amortisasi:

Dr Beban Asuransi
   Cr Biaya Dibayar Dimuka

Journal Entries dapat digunakan untuk mencatat adjustment tersebut apabila prosesnya tidak dilakukan otomatis melalui fitur yang tersedia.

3. Koreksi Kesalahan Jurnal

Journal Entries juga sangat berguna ketika ditemukan kesalahan pencatatan.

Misalnya sebelumnya biaya listrik salah masuk ke akun Beban ATK.

Jurnal koreksinya:

Dr Beban Listrik
   Cr Beban ATK

Tujuannya bukan membuat transaksi baru, tetapi memperbaiki klasifikasi transaksi yang sudah dicatat sebelumnya.

Namun perlu diperhatikan:

Sebisa mungkin lakukan koreksi melalui mekanisme transaksi yang benar dan jangan mengubah jurnal secara sembarangan, terutama untuk periode yang sudah ditutup atau sudah dilaporkan.

4. Penyesuaian Akhir Bulan

Journal Entries sangat sering digunakan dalam proses month-end closing.

Contohnya perusahaan memiliki biaya yang sudah terjadi tetapi invoice dari vendor belum diterima.

Perusahaan perlu melakukan accrual:

Dr Beban
   Cr Hutang Akrual

Pada periode berikutnya, accrual tersebut dapat dibalik sesuai kebijakan perusahaan.

Contoh lainnya:

  • Accrued expense
  • Accrued revenue
  • Beban yang masih harus dibayar
  • Pendapatan yang masih harus diterima
  • Penyesuaian hutang
  • Penyesuaian biaya

Ini merupakan area yang memang membutuhkan kontrol akuntansi.

5. Reklasifikasi Akun

Journal Entries juga dapat digunakan untuk memindahkan saldo dari satu akun ke akun lainnya.

Contoh:

Saldo sebesar Rp50 juta seharusnya berada di akun:

Persediaan Barang Jadi

tetapi sementara tercatat di:

Persediaan Barang Dalam Proses

Maka dapat dilakukan reklasifikasi:

Dr Persediaan Barang Jadi
   Cr Persediaan Barang Dalam Proses

Tidak ada pembayaran atau penerimaan uang dalam transaksi tersebut.

Karena itu, penggunaan Customer Payment atau Vendor Payment tidak relevan.

6. Opening Balance

Ketika perusahaan melakukan implementasi atau migrasi ke Odoo baru, salah satu kebutuhan penting adalah memasukkan saldo awal.

Misalnya pada tanggal cut-off:

Bank                  Rp100.000.000
Piutang                Rp75.000.000
Persediaan            Rp200.000.000
Hutang                 Rp80.000.000
Modal                 Rp295.000.000

Saldo tersebut perlu dimasukkan ke sistem Odoo sebagai Opening Balance.

Journal Entries dapat digunakan untuk membentuk saldo awal tersebut sesuai dengan hasil closing dari sistem sebelumnya.

Hal ini sangat relevan dalam proses migrasi Odoo 17 ke Odoo 19.

Yang perlu diperhatikan adalah saldo awal harus berasal dari data yang sudah divalidasi, bukan sekadar memasukkan angka agar balance.

7. Jurnal Pajak Manual

Dalam kondisi tertentu, terdapat transaksi pajak yang membutuhkan penyesuaian manual.

Misalnya terdapat perbedaan atau adjustment atas akun pajak tertentu.

Journal Entries dapat digunakan untuk melakukan penyesuaian:

Dr Akun Penyesuaian Pajak
   Cr Akun Pajak

Namun untuk transaksi pajak yang sebenarnya dapat diproses melalui invoice/bill dan konfigurasi Tax Odoo, sebaiknya tetap gunakan mekanisme standar Odoo.

Journal Entries digunakan apabila memang terdapat kebutuhan adjustment yang tidak dapat atau tidak seharusnya dilakukan melalui transaksi operasional.

8. Penyesuaian Selisih Kurs

Perusahaan yang memiliki transaksi dalam mata uang asing dapat memiliki saldo yang berubah akibat perubahan kurs.

Contohnya perusahaan memiliki hutang:

USD 10.000

Nilai rupiah pada saat transaksi berbeda dengan nilai pada akhir periode.

Maka diperlukan penyesuaian selisih kurs.

Contoh jurnal:

Dr Kerugian Selisih Kurs
   Cr Hutang USD

atau sebaliknya apabila terjadi keuntungan.

Di Odoo, sebagian proses ini dapat ditangani oleh mekanisme otomatis tergantung konfigurasi dan transaksi. Jadi jangan langsung membuat jurnal manual apabila fitur standar Odoo sudah dapat menangani kebutuhan tersebut.

Journal Entries vs Customer Payment vs Vendor Payment

Agar lebih mudah, gunakan prinsip sederhana berikut.

KebutuhanGunakan
Customer membayar invoiceCustomer Payment
Perusahaan membayar Vendor BillVendor Payment
Refund kepada customerCustomer Payment / mekanisme refund yang sesuai
Refund dari vendorVendor Payment / mekanisme refund yang sesuai
Penyusutan asetAsset / Journal Entry
AmortisasiJournal Entry / fitur terkait
Koreksi jurnalJournal Entry
AccrualJournal Entry
Reklasifikasi akunJournal Entry
Opening BalanceJournal Entry / mekanisme opening balance
Penyesuaian selisih kursAutomatic Adjustment / Journal Entry sesuai kebutuhan
Transaksi pajak manualJournal Entry jika memang diperlukan

Bagaimana dengan Pembayaran Customer?

Misalnya customer membeli barang senilai:

Rp10.000.000

Invoice:

Dr Piutang Customer      Rp10.000.000
   Cr Penjualan          Rp10.000.000

Ketika customer membayar:

Dr Bank                  Rp10.000.000
   Cr Piutang Customer   Rp10.000.000

Di Odoo, jangan membuat jurnal kedua secara manual.

Gunakan:

Customer Payment

Kemudian lakukan Bank Reconciliation terhadap mutasi bank.

Dengan demikian Odoo dapat memahami bahwa uang masuk tersebut adalah pembayaran atas invoice tertentu.

Hasil akhirnya:

Invoice → Payment → Reconciliation → Paid

Bagaimana dengan Pembayaran Vendor?

Konsepnya sama.

Vendor Bill:

Dr Persediaan / Beban
   Cr Hutang Vendor

Ketika perusahaan membayar:

Dr Hutang Vendor
   Cr Bank

Gunakan:

Vendor Payment

Kemudian lakukan rekonsiliasi dengan mutasi bank.

Hasil akhirnya:

Vendor Bill → Vendor Payment → Reconciliation → Paid

Apa yang Terjadi Jika Pembayaran Dicatat Menggunakan Journal Entries?

Secara akuntansi, jurnal tersebut bisa saja benar.

Misalnya:

Dr Piutang Customer
   Cr Bank

Namun masalahnya adalah transaksi tersebut tidak selalu diproses melalui mekanisme pembayaran Odoo sebagaimana mestinya.

Akibatnya dapat muncul beberapa masalah:

  • Invoice tidak otomatis menjadi Paid
  • Rekonsiliasi invoice menjadi lebih sulit
  • AR/AP Aging dapat tidak sesuai
  • Riwayat pembayaran customer/vendor kurang jelas
  • Cash Flow dapat lebih sulit ditelusuri
  • Proses audit menjadi lebih rumit
  • User harus melakukan rekonsiliasi manual

Jadi:

Benar secara jurnal belum tentu benar secara proses ERP.

Ini merupakan salah satu konsep penting ketika menggunakan Odoo.

Prinsip Sederhana Memilih Menu di Odoo

Untuk mempermudah user Accounting, gunakan aturan berikut.

Jika transaksi berasal dari proses bisnis → gunakan menu transaksi.

Contoh:

Sales

→ Customer Invoice

Purchase

→ Vendor Bill

Customer membayar

→ Customer Payment

Perusahaan membayar vendor

→ Vendor Payment

Mutasi bank

→ Bank Reconciliation


Jika transaksi merupakan adjustment accounting → gunakan Journal Entries.

Contoh:

Depreciation

→ Journal Entry / Asset

Accrual

→ Journal Entry

Reclassification

→ Journal Entry

Correction

→ Journal Entry

Opening Balance

→ Journal Entry

Adjustment

→ Journal Entry


Kesimpulan

Journal Entries merupakan bagian penting dalam Odoo 19, tetapi bukan berarti semua transaksi keuangan harus dibuat melalui Journal Entries.

Prinsip yang paling aman adalah:

Gunakan fitur standar sesuai sumber transaksinya, dan gunakan Journal Entries untuk transaksi adjustment atau transaksi yang memang tidak memiliki alur operasional khusus.

Dengan prinsip tersebut, alur Accounting menjadi lebih terstruktur:

Sales → Invoice → Customer Payment → Bank Reconciliation

Purchase → Vendor Bill → Vendor Payment → Bank Reconciliation

Sedangkan transaksi seperti:

Depreciation → Accrual → Correction → Reclassification → Opening Balance → Adjustment

dapat menggunakan Journal Entries sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, disiplin memilih menu transaksi bukan hanya membuat Odoo lebih rapi, tetapi juga membantu menghasilkan laporan keuangan yang akurat, rekonsiliasi yang lebih mudah, Aging Piutang & Hutang yang lebih terpercaya, serta audit trail yang lebih jelas.

Kalimat kunci untuk tim Accounting

“Jangan hanya bertanya apakah jurnalnya benar. Tanyakan juga apakah transaksi tersebut dicatat melalui menu Odoo yang benar.”

Karena dalam ERP, ketepatan proses sama pentingnya dengan ketepatan debit dan kredit.

Kapan Menggunakan Journal Entries di Odoo

  Kapan Menggunakan Journal Entries di Odoo 19 ? Panduan Praktis untuk Transaksi Akuntansi Dalam penggunaan Odoo 19, hampir seluruh transa...